News
Loading...

Trik Cerdas Menata Rumah Mungil Untuk Pemula

Menata rumah dijual di Bintaro mungil bisa jadi tantangan tersendiri dikarenakan jumlah dan luas ruangan mungkin saja tak sesuai dengan kebutuhan yang kamu miliki. Hal ini berakibat pada kecilnya ukuran-ukuran ruang yang ada pada rumah mungil. Lalu, bagaimana untuk membuat ruangan-ruangan sempit ini, tentunya rumah mungil kamu tetap fungsional dan nyaman untuk ditinggali?

Ada beberapa kesalahan dan permasalahan yang biasanya akan kamu temui saat menata rumah mungil. Untuk menghindari hal tersebut, yuk simak berbagai tips dan trik untuk menata rumah mungil idamanmu.

Pemilihan Warna yang Tepat
Kebanyakan orang memilih cat atau warna pada rumah mungil berdasarkan selera ataupun warna kesukaannya. Hal ini tentu tidak salah, bahkan baik karena mampu memberikan kenyamanan psikologis bagi penghuni rumah karena warna yang disukainya dapat ia nikmati di rumah mungil miliknya setiap hari. Namun, perlu kamu ketahui jika tidak semua warna cocok untuk diaplikasikan pada setiap rumah mungil. Apalagi mengingat rumah mungil identik dengan ruang-ruang yang juga mungil. Untuk membuat interior rumah mungil terasa jadi lebih luas, ada baiknya kamu menggunakan warna-warna terang pada rumah mungil yang kamu miliki. Warna putih adalah warna terbaik untuk membuat ruangan sempit terasa lebih terang dan luas. Namun, jika warna putih terkesan monoton atau terlalu polos, warna-warna terang lain seperti krem atau warna-warna muda juga bisa jadi pilihan untuk rumah mungil.

Jika warna favorit yang kamu miliki cenderung gelap seperti hitam atau maroon, aplikasikan warna ini pada aksesoris atau dekor pelengkap pada rumah mungil seperti karpet atau hiasan dinding. Dengan ruang yang terang, warna-warna favoritmu tetap akan menonjol tanpa perlu tampil dominan di dalam rumah mungil tersebut.

Hindari Pola Berlebih
Selain warna gelap, pola-pola berlebihan, terlalu ramai ataupun padat, akan membuat ruangan terkesan jauh lebih sempit bahkan berantakan. Hindari penggunaan pola pada rumah mungil, kecuali ruangan tersebut relatif luas. Pola yang dipilih pun usahakan memiliki pola yang sederhana. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir pola-pola pada karpet ataupun wallpaper pada ruangan akan membuat rumah mungil terasa sempit dan sesak. Pilihan pola juga bisa memberikan efek visual pada ruangan mungilmu. Pola horizontal akan membuat ruang terkesan lebih tinggi, sedangkan pola vertikal bisa membuat rumah mungil terkesan lebih lebar. Sesuaikan pola ini dengan keadaan ruang dalam rumah mungil yang kamu miliki.

Pilih Perabot dengan Material Transparan atau Reflektif
Kamu mungkin sempat mengira bahwa ruangan di dalam rumah dijual di Bintaro mungil mungkin tidak terlalu sempit. Tapi setelah ruangan dipenuhi perabotan, barulah kamu akan merasa ternyata ruangan tersebut tidaklah luas. Untuk menyiasati jika hal-hal seperti terjadi pada rumah mungil yang kamu miliki, cobalah menggunakan beberapa furniture dengan material transparan atau reflektif untuk memberikan efek visual yang lebih luas pada rumah mungil. Material seperti akrilik dan kaca yang transparan ataupun cermin yang bersifat memantulkan cahaya bisa jadi pilihan untuk mewujudkan kesan ruangan yang tidak sesak oleh perabot di rumah mungil.

Hilangkan Sekat
Daripada ruangan di dalam rumah mungil menjadi sempit karena terbagi-bagi, lebih baik kamu menggabungkan ruangan-ruangan tersebut dengan membuang sekat-sekat atau dinding yang ada. Tak cuma membuat sirkulasi menjadi nyaman, Hal ini akan membuat ruangan pada rumah mungil terasa jadi jauh lebih luas. Ruangan seperti dapur dan ruang makan adalah salah satu contoh ruangan yang bisa kamu gabungkan di rumah mungil milikmu. Kedua ruang ini bahkan bisa kamu gabungkan dengan ruang keluarga, menjadikannya satu ruang luas dengan fungsi berbeda.

Efisiensi Ruang dengan Perabot Compact
Seperti yang sempat disebutkan sebelumnya, perabot adalah salah satu faktor yang bisa membuat ruangan pada rumah mungil terasa kecil, sempit, dan sesak. Pilihan lain selain memilih perabot dengan material yang transparan dan reflektif adalah menggunakan perabot-perabot compact yang memiliki fungsi ganda. Contohnya kolong pada kursi ataupun tempat tidur, daripada ruangan tersebut terbuang sia-sia, kamu bisa menjadikan kolong sebagai storage tambahan dengan memberikan laci pada kolong tersebut. Alhasil, kamu bisa mengurangi penggunaan lemari penyimpanan pada rumah mungil.

Pencahayaan Maksimal
Ruangan yang terang akan terasa jauh lebih luas daripada ruangan yang gelap. Inilah yang menjadi alasan mengapa pencahayaan menjadi salah satu hal yang perlu kamu perhatikan dalam menata rumah mungil. Dan ketika berbicara mengenai pencahayaan, hal ini akan terkait dengan bukaan yang ada pada rumah mungil. Maksimalkan jendela yang ada pada rumah mungil atau gunakan daun pintu yang memiliki kaca sehingga cahaya tetap bisa masuk ke dalam rumah mungil saat pintu dalam keadaan tertutup.

Jika pencahayaan alami sudah tidak mungkin kamu maksimalkan, aturlah pencahayaan buatan dengan lampu yang memadai. Satu lampu utama mungkin tidaklah cukup, jadi tambahkan lampu hias terutama pada sudut ruang yang minim cahaya sehingga pencahayaan pada rumah mungil jadi lebih maksimal. Hindari juga pengunaan lampu-lampu dengan cahaya redup kecuali untuk elemen-elemen dekoratif.

Memiliki rumah mungil tidak selalu jadi mimpi buruk, bukan? Dengan memahami cara yang benar dalam menata rumah mungil, setiap ruang kamu miliki pasti tidak akan kalah nyaman dari rumah besar, megah, dan mewah.

Share on Google Plus

About New Hiver

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar

IBX58B48762695D0